Penulis : Ir. Yusnita, MSc
Penerbit : PT Agromedia Pustaka
Cetakan : Kedua, September 2014
Hal : vi + 105 hlm
ISBN : 979-3357-47-9
Buku berjudul Kultur Jaringan : Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien ini dapat ditemukan di perpustakaan SMP Negeri 2 Pengadegan Purbalingga. Buku ini berisi tentang pengetahuan dasar teori dan praktik kultur jaringan. Buku ini diawali dengan pengenalan tentang sejarah perkembangan kultur jaringan dan aplikasinya untuk perbanyakan tanaman. Selanjutnya, dibahas beberapa aspek teoritis dan praktis tentang prinsip dasar pembiakan in vitro, cara mendesain laboratorium, teknik menyiapkan eksplan dan membuat media kultur.
Secara lengkap, buku ini terdiri dari 6 bagian yaitu :
Satu : Teknik Kultur Jaringan untuk Perbanyakan Tanaman
A. Perkembangan Kultur Jaringan
B. Kelebihan dan Kelemahan Teknik Kultur Jaringan
C. Komersialisasi Perbanyakan Tanaman dengan Kultur Jaringan
Dua : Prinsip Dasar Kultur Jaringan Tanaman
A. Prinsip Dasar
B. Tahap Kultur Jaringan
Tiga : Mendesain Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman
A. Memilih Lokasi Laboratorium
B. Mendesain Laboratorium
C. Memilih Peralatan Laboratorium
Empat : Menyiapkan Eksplan
A. Memilih Eksplan
B. Sterilisasi Eksplan
C. Cara Mengatasi Kontaminasi yang Persisten
Lima : Media Kultur
A. Komponen Media
B. Cara Membuat Media
Enam : Faktor Penentu Keberhasilan Kultur Jaringan
A. Faktor yang Berpengaruh terhadap Perbanyakan Tunas
B. Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengakaran Tunas dan Aklimatisasi Plantlet
Dibandingkan dengan perbanyakan tanaman secara konvensional, perbanyakan tanaman secara kultur jaringan mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut (hal. 8).
- Untuk memperbanyak tanaman tertentu yang sulit atau sangat lambat diperbanyak secara konvensional.
- Perbanyakan tanaman secara kultur jaringan tidak memerlukan tempat yang luas.
- Teknik perbanyakan tanaman secara kultur jaringan dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa tergantung musim.
- Bibit yang dihasilkan lebih sehat.
- Memungkinkan dilakukannya manipulasi genetik.
- Dibutuhkan biaya awal yang relatif tinggi untuk laboratorium dan bahan kimia.
- Dibutuhkan keahlian khusus untuk melaksanakannya.
- Tanaman yang dihasilkan berukuran kecil, aseptik, dan terbiasa hidup di tempat yang berkelembapan tinggi sehingga memerlukan aklimatisasi ke lingkungan eksternal.
RSS Feed
Twitter
Sabtu, April 01, 2017
Arsyad Riyadi