Minggu, 02 April 2017

Buku Deru Campur Debu - Chairil Anwar
Judul Buku : Deru Campur Debu
Penerbit : Dian Rakyat, Jakart
Cetakan :keenam (2006)
ISBN : 979-523-042-5

Kumpulan karya-karya Chairil Anwar yang berjudul Deru Campur Debu ini merupakan salah satu koleksi karya sastra yang terdapat pada perpustakaan SMP Negeri 2 Pengadegan.

Karya-karya Chairil Anwar yang selama ini ditemukan dalam buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia, bahkan paling dalam bentuk cukilan puisi atau sajak yang tidak utuh. Tetapi dengan kehadiran buku Deru Campur Debu ini, karya-karya besar Chairil Anwar dapat ditemukan dengan mudah.

Tentunya puisi karya Chairil Anwar ini bukan sekedar dibaca, tetapi bisa memotivasi...bahkan menginspirasi kita untuk dapat membuat karya yang fenomenal (baca : bermutu tinggi). Setelah membaca buku ini, kita bisa termotivasi untuk terus belajar...membuat karya yang bermanfaat.

Berikut ini salah satu puisi Chairil Anwar yang sangat terkenal berjudul "Aku".

AKU

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang, 'kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Selain puisi Chairil Anwar yang berjudul "Aku" tersebut, masih banyak puisi-puisi lain dalam buku "Deru Campur Debu". Puisi-puisi karya Chairil Anwar yang dimuat dalam buku tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Aku
  2. Hampa
  3. Selamat Tinggal
  4. Orang Berdua
  5. Sia-Sia
  6. Doa
  7. Isa
  8. Kepada Peminta-Minta
  9. Kesabaran
  10. Sajak Putih
  11. Kawanku dan Aku
  12. Kepada Kawan
  13. Sebuah Kamar
  14. Lagu Siul
  15. Malam di Pegunungan
  16. Catatan th, 1946
  17. Nocturno
  18. Kepada Pelukis Affandi
  19. Buat Album D.S
  20. Cerita buat Dien Tamaela
  21. Penerimaan
  22. Kepada Penyair Bohong
  23. Senja di Pelabuhan Kecil
  24. Kabar dari Laut
  25. Tuti Artic
  26. Sorga
  27. Cintaku Jauh di Pulau
  28. Tulisan Chairil Anwar

Demikianlah sekilas mengenai buku "Deru Campur Debu" yang memuat karya-karya Chairil Anwar. Bagi yang ingin membaca, khususnya siswa-siswa SMP Negeri 2 Pengadegan silakan kunjungi perpustakaan Spendagan yang tercinta.

Selamat membaca.

Sabtu, 01 April 2017

Judul Buku : Kultur Jaringan : Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien
Penulis : Ir. Yusnita, MSc
Penerbit : PT Agromedia Pustaka
Cetakan : Kedua, September 2014
Hal : vi + 105 hlm
ISBN : 979-3357-47-9

Buku berjudul Kultur Jaringan : Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien ini dapat ditemukan di perpustakaan SMP Negeri 2 Pengadegan Purbalingga. Buku ini berisi tentang pengetahuan dasar teori dan praktik kultur jaringan. Buku ini diawali dengan pengenalan tentang sejarah perkembangan kultur jaringan dan aplikasinya untuk perbanyakan tanaman. Selanjutnya, dibahas beberapa aspek teoritis dan praktis tentang prinsip dasar pembiakan in vitro, cara mendesain laboratorium, teknik menyiapkan eksplan dan membuat media kultur.

Secara lengkap, buku ini terdiri dari 6 bagian yaitu :
Satu : Teknik Kultur Jaringan untuk Perbanyakan Tanaman
A. Perkembangan Kultur Jaringan
B. Kelebihan dan Kelemahan Teknik Kultur Jaringan
C. Komersialisasi Perbanyakan Tanaman dengan Kultur Jaringan

Dua : Prinsip Dasar Kultur Jaringan Tanaman
A. Prinsip Dasar
B. Tahap Kultur Jaringan

Tiga : Mendesain Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman
A. Memilih Lokasi Laboratorium
B. Mendesain Laboratorium
C. Memilih Peralatan Laboratorium

Empat : Menyiapkan Eksplan
A. Memilih Eksplan
B. Sterilisasi Eksplan
C. Cara Mengatasi Kontaminasi yang Persisten

Lima : Media Kultur
A. Komponen Media
B. Cara Membuat Media

Enam : Faktor Penentu Keberhasilan Kultur Jaringan
A. Faktor yang Berpengaruh terhadap Perbanyakan Tunas
B. Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengakaran Tunas dan Aklimatisasi Plantlet

Dibandingkan dengan perbanyakan tanaman secara konvensional, perbanyakan tanaman secara kultur jaringan mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut (hal. 8).

  1. Untuk memperbanyak tanaman tertentu yang sulit atau sangat lambat diperbanyak secara konvensional.
  2. Perbanyakan tanaman secara kultur jaringan tidak memerlukan tempat yang luas.
  3. Teknik perbanyakan tanaman secara kultur jaringan dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa tergantung musim.
  4. Bibit yang dihasilkan lebih sehat.
  5. Memungkinkan dilakukannya manipulasi genetik.
Meskipun demikian, teknik kultur jaringan ini juga memiliki kekurangan sebagai berikut.
  1. Dibutuhkan biaya awal yang relatif tinggi untuk laboratorium dan bahan kimia.
  2. Dibutuhkan keahlian khusus untuk melaksanakannya.
  3. Tanaman yang dihasilkan berukuran kecil, aseptik, dan terbiasa hidup di tempat yang berkelembapan tinggi sehingga memerlukan aklimatisasi ke lingkungan eksternal.
Untuk mengetahui seluk beluk mengenai teknik kultur jaringan ini silakan baca buku Kultur Jaringan : Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien yang terdapat di perpustakaan SMP Negeri 2 Pengadegan Purbalingga. 

Selamat membaca.